Bersama Berbagi Informasi

Upaya Pelestarian Badak di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon

0 380

 


Bantenshare.com,Pandeglang–Upaya pelestarian badak di kawasan taman nasional ujung kulon terus dilakukan salah satunya ialah penandatanganan nota kesepahaman antara balai taman nasional ujung kulon dengan yayasan friends of rhino.

Nota kesepahaman (MoU) kedua belah fihak ini tertuang dalam MoU dengan nomor: MoU.03/T.12/TU/K3/03/2020 dan juga MoU dengan nomor: MoU.05/Y.FOR/Sek-I/03/2020 tentang konservasi badak jawa dan pemberdayaan masyarakat di taman nasional ujung kulon.

Ofat Sofwatuddin dari yayasan friends of rhino menjelaskan bahwa dalam hal ini yayasan friends of rhino berperan sebagai mitra balai taman nasional ujung kulon sifatnya membantu pengelolaan dalam rangka menunjang peran dan fungsi kawasan serta mendukung strategi dan rencana aksi konservasi badak jawa 2019 sampai dengan 2028.

“Alhamdulilah saat kita sudah menandatangani MoU mengenai konservasi badak jawa dan pemberdayaan masyarakat di taman nasional ujung kulon,” ujarnya.

Pria alumnus Universitas matlaul anwar ini menjelaskan bahwa yayasan friends of rhino ini merupakan mitra taman nasional ujung kulon dimana program kerja dari yayasan ini ialah melakukan upaya pelestarian, pengelolaan,konservasi badak dan juga berusaha membangun kemitraan semua stakeholder agar senantiasa berperan dalam upaya konservasi badak di ujung kulon.

Tercatat, Yayasan friends of rhino ini berdiri sejak tanggal 13 desember 2016 dengan akte notaris no 29 disyahkan oleh kemenhuk-HAM RI nomor: AHU-00460.AH.01.04 tahun 2016 dan sampai saat ini selalu aktif dalam kegiatan konservasi.

Yayasan ini mempunyai misi yakni terwujudnya partisipasi aktif multi pihak dalam aksi konservasi lima spesies badak dunia (kualitas,kuantitas, habitat dan populasi) disertai peningkatan ekonomi masyarakat disekitar habitat badak secara berkelanjutan. Secara teknis kegiatan lainnya ialah 1) membangun kemitraan dalam merealisasikan visi untuk kegiatan pembinaan habitat (kontrol tumbuhan langkap, pembuatan demplot tanaman pakan badak ini merupakan cara merawat badak secara tidak langsung kemudian kegiatan optimalisasi padang penggembalaan banteng), 2) management populasi meliputi membantu kegiatan monitoring badak dengan camera video trap, personel use dan lain-lain, 3) perlindungan dan mengupayakan program peningkatan SDM dan usaha produktif masyarakat di sekitar habitat badak.

Lanjut ofat menjelaskan saat ini populasi badak jawa berjumlah 72 individu jumlah ini dilansir dari hasil pengamatan camera video trap 2019, trend populasinya selalu naik dari tahun ke tahun dan hal ini menjadi parameter bahwa kondisi badak masih aman baik secara habitat dan populasi.

Pria yang tercatat sebagai pemenang scholarship dan tom foose award dari international Rhino keeper association di denver zoo colorado amerika serikat pada tahun 2017 ini berharap agar badak ini tetap lestari pasalnya badak jawa sudah menjadi milik dunia bukan indonesia saja, ini merupakan harta karun yang tak ternilai harganya. Harta karun ini membutuhkan partisipasi akademisi,private sektor,pemerintah, masyarakat, NGO, termasuk juga media. Selain itu Ofat pun berharap agar perusahaan atau korporasi bisa menyumbangkan CSR nya untuk membantu kegiatan konservasi badak jawa karena anggaran pusat sangat terbatas, akademisi pun melakukan perananannya melakukan penelitian begitupun dengan NGO dan lain-lain agar semuanya bisa bersinergi.

“Harapan saya agar semua fihak dapat bekerjasama untuk mewujudkan badak jawa tetap lestari dan masyarakat yang bermukim disekitar habitat badak ini pun bisa hidup juga sejahtera ” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.