Bersama Berbagi Informasi

Tingkatkan Mutu Penyelenggaran Pendidikan Inklusi, POKJA SPPI Kabupaten Lebak Gelar Workshop.

0 190

Bantenshare.com,Lebak—-Kelompok Kerja Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi (POKJA SPPI) Kabupaten Lebak gelar workshop Guru Pendamping Khusus (GPK) Tahun 2020, yang bertempat di SKh Negeri 02 Lebak, Jalan Siliwangi Ona Rangkasbitung pada Sabtu (15/2) lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Kesiswaan Diksus Dindikbud Provinsi Banten, Kepala KCD Dindikbud Provinsi Banten Wilayah Kab Lebak, Ketua FKKS SKh Provinsi Banten, Pengawas, Kepala SKh, dan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kab Lebak Bpk Didi Rustiadi, S.Pd.

Acara yang diikuti oleh peserta GPK Wakil dari setiap SPPI sebanyak 75 orang Guru Pendamping Khusus dari sekolah reguler ini berlangsung sangat lancar, dengan tema; Terwujudnya SPPI Yang Dapat Melayani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus.

H.Abdul Aziz selaku Ketua Panitia Workshop mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakannya workshop ini ialah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan inklusi, dengan cara meningkatkan kompetensi Guru Pendamping Khusus (GPK) agar dapat melayani siswa berkebutuhan khusus secara maksimal dalam konteks aktivitas belajar mengajar.

“Penyelenggaraan workshop ini bertujuan agar para GPK memahami kebutuhan siswa berkebutuhan Khusus sehingga aktivitas pembelajaran dapat berlangsung baik,” ujarnya.

Sementara Aan M.A. Iskandar, selaku Ketua POKJA SPPI Kabupaten Lebak menjelaskan bahwa selain untuk membekali para Guru Pendamping Khusus memiliki kompetensi, acara workshop ini nantinya akan mengarahkan para guru agar bisa menuangkan tata cara perencanaan, dan metode pengajaran dalam dokumen Rencana Program Pembelajaran (RPP) atau istilah lainya Program Pembelajaran Individual ( PPI), setelah itu para guru bisa menerapkannya di SPPI masing-masing.

Setelah Workshop dilaksanakan, selanjutnya secara periodik mereka berkumpul melakukan KKG dan MGMP yang di inisiasi oleh SKh sebagai Pusat Sumber (Resourse Center) sesuai pemetaan MoU dengan SPPI yang ada di Kabupaten Lebak, dua kegiatan tersebut, untuk mencari solusi terhadap permasalahan pendampingan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler atau SPPI. Hal ini penting untuk dilakukan agar para guru selalu bisa mengevaluasi kegiatannya dan senantiasa mendapatkan strategi mengajar yang mutakhir.

“Kenapa kita melakukan workshop ini dengan cara seksama, karena saat ini Skh di Kabupaten Lebak jumlahnya terbatas dan kebanyakan ada daerah kota saja, jadi para siswa berkebutuhan khusus memerlukan sekolah reguler atau SPPI, maka dari itu kami melakukan pembekalan di workshop ini agar para guru bisa memahami kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Pelaksanaan pendidikan seperti ini tertuang dalam Permendiknas No 70 Tahun 2009 dan Pergub Banten No 38 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inkkusi, dimana sekolah reguler diwajibkan untuk membantu SKh (Sekolah Khusus) dalam pengajaran siswa berkebutuhan khusus” ujar Aan.

Lebih lanjut Aan mengatakan bahwa para peserta didik harus di asessmen lebih lanjut karena kendala siswa sekolah reguler dan siswa berkebutuhan khusus tidaklah sama, siswa berkebutuhan khusus memiliki beberapa kendala seperti Disleksia (berkesulitan menulis),Diskalkulia (berkesulitan berhitung) dan Disgrafika (berkesulitan membaca), mengacu pada permasalahan tersebut maka workshop dirasa sangat penting bagi para guru dalam melaksanakan tugasnya. Yang berkesulian belajar saja di sekolah reguler bermasalah, menjadi SPPI solusinya.(Teguh Setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.