Bersama Berbagi Informasi

Tingkatkan kualitas SDM anggota, Pengurus PMII Cabang Lebak Gelar Pondok Pesantren Anggaran I.

0 148

Bantenshare.com,Lebak—-Untuk tingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anggota perihal pengetahuan soal anggaran,Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lebak mengadakan pondok pesantren anggaran I. Kegiatan ini dilakukan selama sembilan hari dimulai sejak Rabu (26/2) lalu,bertempat di Cisalam Kabupaten Lebak.

Kegiatan yang bertemakan “APBD dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat” ini diikuti oleh kader PMII yang sudah mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang di delegasikan oleh seluruh pengurus Komisariat yang ada di Kabupaten.


Mohamad yusuf, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa
tujuan kegiatan ini ialah untuk meningkatkan nalar kritis mahasiswa pergerakan agar dapat mengawal anggaran khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kabupaten Lebak.

Peserta pondok pesantren anggaran ini ditugaskan untuk membedah undang-undang terutama undang-undang yang berkaitan dengan tugas dan fungsi pemerintah terhadap pelayanan masyarakat, yaitu UU No 25 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah serta UU No 33 Tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.


Selain itu,peserta dibimbing untuk menganalisis Dokumen Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020, dan yang menarik dari kegiatan ini pematerinya dari Central For Budgeting Analysis (CBA) yaitu Ucok Sky Hadafy yang sering menjadi pembicara di ILC perihal analisis anggaran APBN di Indonesia.

Lanjut Yusuf mengatakan kegiatan ini bukan hanya sebatas meningkatkan kritis mahasiswa terhadap anggaran saja, tetapi diharapkan mahasiswa kelak ketika mengkritik pemerintah haruslah berdasarkan analisis data, bukan hanya sebatas spekulasi saja.

“Pesantren anggaran ini bukan sekedar untuk meningkatkan kritis mahasiswa terhadap anggaran daerah tetapi mahasiswa ketika mengkritik harus berdasarkan data hasil temuan di lapangan” tandasnya.


Ketua umum PMII Cabang lebak Teguh Pati Ajidharma, menegaskan bahwa setiap anggaran harus dilakukan secara demokratis dan dikembalikan kepada rakyat melalui pelayanan pemerintah terhadap masyarakat yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Pengelolaan anggaran daerah menurut saya haruslah dilaksanakan secara demokratis analoginya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” tegasnya.

Selain itu setelah berakhirnya kegiatan ini peserta akan terus di follow up dan akan disediakan lembaga semi otonom yang berfokus mengkaji anggaran terutama anggaran daerah Kabupaten Lebak.

“Setelah beresnya kegatan ponpes anggaran ini juga, kami pengurus Cabang akan memfollow up dengan menyediakan lembaga semi otonom yang khusus mengkaji perihal anggaran di kabupaten lebak” ujar teguh.

Oleh karena itu peserta nantinya diharapkan mampu mengawal dan membantu usulan-usulan dari masyarakat melalui musyawarah desa (MUSREMBANGDES), musyawarah Kecamatan (MUSREMBANGCAM) sampai ke Rencana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RA SKPD).

“Setelah selesai mengikuti pondok pesantren anggaran kader PMII diharapkan mampu mengawal setiap anggaran serta penyampaian aspirasi masyarakat malalui MUSREMBANGDES, MUSREMBANGCAM sampai RASKPD” pungkasnya.(Suwardi/TS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.