Bersama Berbagi Informasi

Sejarah Stasiun Rangkasbitung Part1

0 113

 


Bantenshare.com,Lebak–Bagi warga rangkasbitung dan sekitarnya keberadaan stasiun rangkasbitung sudah tidak asing lagi. Selain sebagai alat transportasi utama menuju jakarta atau merak, stasiun ini pun menjadi kebanggaan warga kabupaten lebak. Kebanggaan tersebut terlihat tatkala banyak warga lebak kerap mendatangi stasiun ini sekalipun bukan untuk urusan traveling, sebut saja mereka kerap berswafoto di areal stasiun, melakukan foto prawedding, atau pun sekedar bersantai-santai kongkow di areal stasiun sembari ngopi menikmati senja di penghujung hari.

Dibalik indahnya bangunan stasiun rangkasbitung ini ternyata tak banyak warga lebak yang tahu tentang sejarah stasiun ini. Pada jum’at (18/9) lalu, redaksi bantenshare.com menghubungi Ginandar selaku ketua komunitas pemerharti cagar budaya (pancadaya) kabupaten lebak. Lewat wawancara eksklusif kami mendapatkan beberapa informasi terkait sejarah stasiun rangkasbitung dan areal yang disekitarnya.

“Ada banyak hal yang bisa kita pelajari soal sejarah stasiun rangkasbitung ini, tak hanya stasiunnya tapi juga area yang melingkupinya,” ujarnya.

Ginandar menjelaskan bahwa ketika kita mempelajari stasiun rangkasbitung maka kita pun akan mempelajari juga kawasan disekitar stasiun seperti rumah pekerja jawatan kereta api dan lain-lain.
Hal tersebut perlu dipelajari karena dua-duanya merupakan bangunan cagar budaya yang bernilai sejarah yang penting untuk diketahui.

Stasiun rangkasbitung atau dipo rangkasbitung awalnya di zaman hindia belanda disebut dengan nama Rangkasbitoeng spoor wegent diensteen. Stasiun ini didirikan dan mulai dibangun oleh pemerintah kolonial hindia belanda pada tahun 1896-1900 dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dibidang pelayanan jasa transportasi.

Jalur rel kereta api dibuat untuk menghubungkan jalur rel kereta api dari tanah abang sampai ke anyer kidul melewati rangkasbitung. Selain itu jalur rel kereta api ini dibuat untuk mendukung kota rangkasbitung sebagai kota industri pada masa itu. Kenapa disebut kota industri? karena saat itu rangkasbitung merupakan daerah dengan lahan perkebunan yang luas, sehingga hasil alam dapat dijual ke beberapa daerah melalui jasa kereta api ini. Jejak perkebunan luas saat itu, sampai saat ini masih bisa dilacak keberadaanya, dapat ditemukan di kawasan cikadu dan cisalak.

Keberadaan stasiun rangkasbitung ini sangat membantu warga lebak pada zamannya, selain bisa memasarkan hasil bumi dari perkebunan saat itu pun kabupaten lebak sudah mempunyai pabrik terbesar se-asia tenggara untuk pengadaan minyak kelapa yaitu pabrik minyak PT semarang atau biasa disebut pabricken mixoil (yang saat ini menjadi pusat pertokoan rabinza-red) Jadi dengan keberadaan stasiun ini tentunya aktivitas perekonomian jadi lebih mudah, praktis,cepat dan leluasa, sehingga ekonomi masyarakat bisa berputar dinamis.
(Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.