Bersama Berbagi Informasi

Resensi novel: cather in the rye karya JD salinger. Oleh: Teguh setiawan (pemred Bantenshare.com)

0 106

 


Saya beli buku ini tahun 2003 di bandung, tepatnya saya beli buku ini di toko buku ultimus yang beralamat di jalan lengkong besar, depan gedung FISIP UNPAS Bandung.


Entahlah kenapa saya beli buku ini?ada banyak alasan, yang pasti mungkin karena terdorong rasa ingin tahu, terlebih buku ini sangat kontroversial. Ketika kuliah semester tiga saya punya hoby mengkoleksi buku-buku yang langka dan juga buku yang kontroversial. Buku ini terbilang kontroversial terlebih pasca terbitnya buku satanic verse karya salman rusdhie, walaupun buku catcher in the rye ini lebih dulu ditulis.


Kenapa buku ini kontroversial? Karena konon katanya buku ini bisa memicu orang yang membacanya dapat berbuat kekerasan dan bahkan berani membunuh. Buku ini sempat diperasalahkan atas kejadian pembunuhan john lennon oleh mark david chapman pada 8 desember 1980. Ketika lennon sang vokalis the beatles itu di tembak secara keji dan akhirnya mati, kemudian si pembunuh ditangkap oleh polisi, di saku jaket bajunya terselip buku novel catcher in the rye ini.


Dalam sesi interogasi kepolisian, chapman mengatakan dirinya sangat terinspirasi oleh holden caulfield yang mana merupakan tokoh utama dalam novel tersebut. Chapman sangat ingin menjadi pribadi seperti holden caulfield, ia mengatakan bahwa alasan dirinya membunuh john lennon ialah karena ia terdorong oleh buku novel tersebut.

Benarkah novel ini memicu seseorang berani melakukan pembunuhan? Sampai saat ini belum ada penelitian sainstifik apakah buku ini benar-benar menjadikan seorang pembunuh.

Novel fiksi ini di tulis oleh JD salinger, terbit pertama kali pada 16 juli 1951 di amerika serikat. Novel ini bergenre bildungsroman atau karya untuk remaja yang beranjak dewasa dengan penuturan bahasa yang kasar. Corak bahasa yang kasar cukup kentara di novel ini, umpatan,cacian,makian, dan kalimat bahasa inggris slang kerap terdengar. Disini salinger (si penulis-red) berusaha menampilkan emosi yang cukup kental lewat bahasa-bahasa yang di tulisnya.

Holden caulfield merupakan tokoh utama di novel ini. Ia merupakan remaja sekolah menengah yang sedang mengalami guncangan, terlebih atas kegagalan sekolah yang kerap ia alami. Holden bersekolah di pencey prep yaitu sekolah khusus laki-laki yang memiliki asrama disiplin, sekolah ini berlokasi di agesrstown pensylvania. Sebelum bersekolah di pencey prep holden pernah dikeluarkan dari sekolah sebanyak empat kali di sekolah yang berbeda-beda, pencey prep ini merupakan sekolahnya yang kelima. Di sekolah yang kelima ini holden pun dikeluarkan karena gagal dalam mata pelajaran khusus seperti matematika,fisika, dan kimia.

Holden merupakan representasi jiwa anak muda yang selalu berontak, ia selalu kritis atas semua kejadian yang berlangsung pada diri dan lingkungannya. Ketika dikeluarkan dari sekolah pencey prep ia sangat bersyukur karena bisa keluar dari sekolah yang menurut holden memiliki sistem pendidikan buruk. Holden bukanlah anak nakal, ia hanya saja gagal di mata pelajaran yang menurutnya itu sebuah pemaksaan sistem terhadap dirinya. Holden selalu berharap agar kecakapan dalam ilmu didasarkan pada bakat dan minat siswa, sehingga siswa tak harus menguasai semua mata pelajaran. Holden sangat berbakat di kelas bahasa sementara di kelas lainnya ia mendapatkan nilai buruk.

Ketika holden dikeluarkan dari sekolah, holden tak memberitahukan kedua orang tuanya, ia keluar dari asrama tengah malam tanpa pamit. Dalam kebingungan dan emosi luar biasa holden menjelajahi malam seraya menemukan arti kehidupan.

Dengan berbekal tas ransel dan uang sejumlah ratusan dollar, ia memulai petualangannya. Banyak hal yang ingin ia coba dalam masa pencarian jatidirinya, ia ingin mencoba minuman keras,mabuk-mabukan dan berhubungan seks dengan pelacur. Holden mulai menyewa sebuah losmen murah di pinggir kota, ia ingin menginap di losmen itu sembari melakukan seks dengan pelacur.

Holden selalu berada di persimpangan, ia tipikal pemuda yang tumbuh dengan sejuta perlawanan, ia adalah representasi kita, ia mewakili suara anak muda.

Pelacur yang holden sewa tak sedikitpun ia sentuh, malah ia ajak ngobrol sampai matahari terbit di atas ranjang losmen murah yang ia sewa. Suasana batin holden selalu berubah, dimana tadinya ia ingin berbuat nakal namun sisi humanismenya selalu muncul, terbukti pelacur yang harusnya ia bersenggama malah ia ajak ngobrol, sungguh drastis perubahan batiniyah seorang holden ini berubah.

Novel ini sangat renyah untuk dibaca karena JD salinger tak hanyak menciptakan tokoh lain, cerita di novel ini lebih mengeksplorasi sisi emosi dan pikiran seorang holden caulfield, dengan bahasa yang sarkastik dan keluar dari mainstream salinger membawa kita masuk kedalam cerita dengan emosi bergejolak dan mengharukan. Selamat membaca(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.