Bersama Berbagi Informasi

Puisi : Negeri yang sunyi, berisik dengan senjata

0 109

Oleh: Diki fiska priadi

Segelintir orang pasif, berkilau dibelakang merumuskan undang-undang
Sekelompok orang subversif, diam dibungkam dengan sejuta senjata
Semua orang dipenjara, mengasingkan diri karena pandemi menjadi alasan utama
Semangat pagi mulai menghantui negeri ini, gerombolan orang-orang menaiki transformasi menuju gedung-gedung yang mewakili suara negeri.

Ada apakah ini?
Diam-diam negeriku sunyi, menerapkan aturan di tengah pandemi, demi rakyat terhindar dari penyakit Corona yang tak kunjung pergi.
Beberapa peraturan dibuatkan, agar ketentraman bisa didapatkan.
Banyak regulasi yang disiapkan, demi menertibkan rakyat yang kelaparan.
Katanya demi bangsa dan negara dan rakyat Indonesia.
Kenapa setengah hati pembuatan undang-undang dibarengi kekacauan karena penolakan.
Disela-sela sunyinya suasana pandemi, kenapa masih saja banyak orang yang aksi demonstrasi.

Ini kenapa?!
Negeriku, negeri para impian, emas yang ada di bagian selatan kepulauan.
Dirampas oleh orang-orang yang punya kewenangan.
Petani semakin dikuras hasil panennya, dengan harga yang tak sebanding keringatnya.
Nelayan semakin terombang ambing di gelombang pemasaran yang tak ada harganya.
Buruh semakin disuruh dengan telunjuk perkasa yang mengkebiri semua hak nya.
Rakyat melawan, ditikam dengan banyaknya prosedural.

Rakyat berdemonstrasi, dianggap tak tahu apa-apa mengenai negeri ini.
Rakyat diam, pimpinan sedang dengan apa yang terjadi.
Seharusnya kita negeri yang di dongengkan, dengan alam dan budaya yang acap kali di kumandangkan.
Tanah dirampas, air dikuras, demi mendapatkan perhiasan.
Lagi dan lagi, kita tergerakan oleh keadaan negeri ini.

Melawan bukan berarti ingin di dengar kemudian menang.
Melawab bukan berarti bertingkah arogan lalu memutus rantai kemanusiaan.
Melawan bukan berarti ingin perang, selanjutnya banyak pertumpahan darah yang mengalir derai.
Tapi, melawan dengan melihat ketidakadilan, melawan karena demi kemanusiaan, melawan demi kesejahteraan, melawan dengan penuh semangat akan kemajuan tanpa penindasan.
Indonesia harus segera maju, jika kita bersama bersatu padu memberantas penindasan, pengkerdilan, dan kesewenang-wenangan.
Hancurkan semua yang merusak, korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi budaya yang perlu kita hancurkan.
Dengan begitu, alam yang damai, rakyat yang aman. Laksana, dongeng perkasa yang setiap ingin tidur ku dengar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.