Bersama Berbagi Informasi

Puisi: Hanya untuknya

0 87

Kasih sayang yang rindang dengan kasih begitu bersih dan sayang yang begitu suci
Bercampur aroma dunia yang tak enak dihidung kehidupan.
Tangis haru saorang gadis, ditinggalkan dengan ikat jiwa dunia, dilepas dengan pikiran selembut sutra.

Malangkah sendiri, menembus lorong sunyi, dengan cahaya-cahaya menuju perjalanan ditengah hidup ini.
Satu cahaya mati, satu redup, dan mencoba menyalakan dua obor yang akan dibawanya ke lorong akhir.

Gadis yang malang, hidup sendiri diperhutanan, makan dengan hasil buah tangan.
Gadis petualangan, hidup sendiri ditengah lautan, terombang ambing sampai tiba ke daratan.
Tiba di basisir pantai, gadis bertemu seorang pujangga.

Pujangga yang dermawan, gadis yang begitu anggun nan budiman, melangkah bersama membawa obor yang dipegang.
Si pujangga berjanji akan kesetiaan, memberikan seluruh ikatan yang ditinggalkan orang yang sangat memanjakan.
Menjadi jiwa yang mengikat, roh yang melekat, kasih sayang yang begitu kuat, dan pikiran yang tak pernah berhenti mengingat.

Ada tetesan deras dari sang pujangga, melihat gadis murung ditikam penuh luka dunia.
Ada luapan kencang dari sang gadis, melihat sang pujangga tak henti-henti menangis.

Doa-doa datang dari atas langit, jejak kaki melangkah menyusuri bumi.
Pelita tiba di penghujung jalan, menghiasi genangan di tangan yang tak bisa dipisahkan.

Oleh:
Diki fiska_penulis adalah mahasiswa STKIP setiabudhi

Leave A Reply

Your email address will not be published.