Bersama Berbagi Informasi

Pabcriken mixoil, Gedung peninggalan belanda di Rangkasbitung

0 135

 


Bantenshare.com,Lebak–Bagi warga rangkasbitung dan sekitarnya keberadaan eks pabrik minyak PT semarang tentu sudah tak asing lagi khususnya bagi generasi yang lahir di tahun 1980 dan 1990. Namun bagi generasi milenial yang lahir di tahun 2000 sampai hari ini, keberadaan pabrik yang dulunya menyimpan banyak kisah bersejarah ini tak banyak yang mengetahuinya.

Setelah melakukan wawancara dengan Ginanjar selaku ketua komunitas pemerharti cagar budaya (komunitas pancadaya) lebak pada minggu (27/9) lalu,
Berikut adalah reportase singkat bantenshare.com mengenai gedung yang bersejarah ini.

Pabricken mixoil atau PT semarang adalah sebuah pabrik yang bergerak dibidang pengadaan minyak kelapa. Pabrik ini merupakan pabrik minyak terbesar se asia tenggara bahkan produksinya bisa memasok keperluan minyak kelapa untuk wilayah asia tenggara dan juga wilayah kekuasaan hindia belanda.

Pabrik ini beralamat di jalan pahlawan tepatnya di tengah-tengah pusat kota rangkasbitung yang sekarang telah berubah fungsi menjadi pusat pertokoan rabinsa, namun beberapa sisa-sisa kejayaan bangunan ini masih terlihat di areal belakang rabinsa dan di areal sekitar mall rabinsa, karena tak hanya pabrik, bangunan ini sangat luas dan juga ada fungsi yang diperuntukan untuk asrama dan kantor administrasi pabrik.

“Pabricken mixoil ini sangat luas tak hanya bangunan pabrik tapi ada rumah-rumah yang disekitar areal pabrik dengan fungsi-fungsi tertentu,” ujar Ginanjar.

Pria yang juga bekerja sebagai edukator di museum multatuli ini menjelaskan bahwa di areal pabricken mixoil ini terdapat lima bangunan yang tersebar. Bangunan tersebut kini sudah beralih fungsi. Kelima bangunan tersebut ialah pabricken mixoil (pusat pertokoan rabinsa), residentie van mixoil (kodim 0603 lebak), residentie van mixoil complec (Kantor PDAM lebak), residentie van mixoil complec (polsek rangkasbitung) dan residentie van mixoil complec (rumah dinas kapolres lebak).

Untuk penjelasan lebih detail mengenai bangunan-bangunan tersebut, berikut adalah ulasannya yang terdiri sebagai berikut:

1. Pabricken mixoil (pertokoan rabinsa)

Pabricken mixoil atau yang disebut sebagai pabrik minyak PT Semarang adalah pabrik minyak kelapa terbesar se-asia tenggara. Pabrik ini didirikan oleh OTT seorang pria asing keturunan didirikan tahun 1920 pada masa pemerintahan hindia belanda. Gedung ini berdiri diatas lahan yang sangat luas dan saat ini tersisa sekitar 1600 meter persegi karena sebagian terpakai oleh pembangunan kawasan pertokoan rabinsa. Pabrik ini terhenti dan ditutup secara total dikarenakan kebakaran yang terjadi pada tahun 2005 dan kini berubah fungsi menjadi pusat pertokoan rabinsa. Sisa-sisa bangunan masih terlihat di areal belakang rabinsa, dan sampai saat ini masih dikunjungi oleh wisatawan dan para aktivis pemerharti sejarah dan cagar budaya.

2. Residentie van mixoil complec (kodim 0603 Lebak)

Gedung ini merupakan satu areal dengan pabricken mixoil kendati tempatnya sedikit berjauhan. Bangunan berdiri kokoh terawat dengan baik, gaya arsitektur gedung memiliki denah bangunan seperti huruf “L” dengan pos jaga di gerbang masuk. Bangunan utama gedung ini memiliki luas 72 meter persegi, kompleks ini memiliki atap tumpang dengan satu bangunan tambahan di satu sudutnya. Bangunan utama memiliki serambi yang lapang.

Selain itu tepat ditengah-tengah komplek terdapat bangunan dengan denah berbentuk huruf “T” dengan serambi yang diberi pagar tembok sehingga tidak berbentuk serambi terbuka. Gedung ini memiliki beberapa jendela dengan satu daun pintu yang dihiasi potongan kayu posisi horizontal serta bercanopy. Gedung didirikan tahun 1926 dan saat ini digunakan sebagai kantor kodim 0603 Lebak.


3. Residentie van mixoil complec (kantor PDAM lebak)

Gedung ini berdiri tahun 1926 terletak di jalan sunan giri, kampung pasir sukarayat, kelurahan muara ciujung Timur, rangkasbitung. Masyarakat sekitar selalu menyebutnya sebagai kantor PDAM karena dahulu pernah di fungsikan sebagai kantor PDAM lebak, namun pada tahun 2018 gedung ini sudah tidak difungsikan lagi karena tidak terawat dan mengalami beberapa kerusakan.

Pada zamannya gedung ini digunakan sebagai fasilitas perumahan bagi pejabat PT semarang khususnya bagi karyawan tingkat menengah keatas, gedung ini gaya arsitekturnya sangat kental dengan gaya kolonial belanda. Denah bangunan tidak bujur sangkar polos melainkan terdapat lekukan. Atap berbentuk limas, jendela-jendela kecil terpasang dengan panil kaca mati pada bagian atas pintu. Ada pula jendela yang dapat dibuka.

4. Residentie van mixoil complec (Polsek Rangkasbitung)

Gedung ini dibangun tahun 1926 digunakan sebagai rumah asrama atau rumah dinas bagi para pekerja PT semarang, kemudian tahun 2018 gedung ini digunakan sebagai kantor polisi sektor rangkasbitung (polsek rangkasbitung), sebelumnya gedung ini sempat digunakan sebagai kantor mapolres lebak.

5. Residentie van mixoil complec (Rumah dinas kapolres lebak)

Gedung ini dibangun tahun 1926 difungsikan sebagai rumah dinas bagi para pekerja PT semarang, dan saat ini digunakan sebagai rumah dinas kapolres lebak.

Lanjut Ginanjar menjelaskan bahwa kelima gedung tersebut merupakan bangunan bersejarah dengan status bangunan cagar budaya, ketika kita mempelajari gedung utama pabricken mixoil maka gedung yang disekitarnya pun harus dipelajari juga karena kesemuanya seperti satu paket cerita sejarah yang tak bisa dipisahkan.

“Saya berharap agar para generasi muda bisa menyukai sejarah dan peduli dengan keberadaan pabricken mixoil ini, karena kalau bukan kita siapa lagi? Kita harus peduli dengan sejarah kota kita,” tandas Ginanjar.

Sementara pengamat sejarah dari Banten Heritage, Haodudin. Ia mengatakan bahwa keberadaan pabricken mixoil ini sangat penting untuk dipelajari dan dilestarikan karena keseluruhan gedung di areal ini adalah kekayaan warisan sejarah masa lalu yang mahal harganya.

“Saya berharap agar para pelajar dan generasi muda khususnya dapat mengetahui sejarah gedung ini karena gedung ini pernah berkisah tentang kejayaan pabrik minyak terbesar se-asia tenggara yang bisa memasok keperluan minyak keseluruh negeri yang saat itu bernama hindia belanda dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada masa tersebut,” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.