Bersama Berbagi Informasi

MGMP Sejarah Kabupaten Lebak Menolak Mata Pelajaran Sejarah di Hapus

0 213

 


Bantenshare.com,Lebak–Baru-baru ini telah beredar kabar di dalam dunia pendidikan, yaitu adanya rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berencana melakukan penyederhanaan kurikulum pendidikan di Indonesia.

Rencana tersebut tertuang dalam draf sosialiasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020.

Disebutkan di dalamnya salah satunya adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi di SMK.


Sementara pada pelajaran SMA, sejarah akan dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga sejarah bukan lagi pelajaran wajib yang harus diambil oleh siswa-siswi. Draf ini sudah beredar di kalangan akademisi dan para guru.

Pelajaran sejarah khususnya di kelas 10 tidak dihapus dari kurikulum, melainkan akan digabung dengan pelajaran IPS.
Sementara untuk kelas 11 dan 12 mata pelajaran sejarah hanya masuk dalam kelompok peminatan yang tak bersifat wajib. Aturan baru ini tertuang dalam rencana penyederhanaan kurikulum yang akan diterapkan Maret 2021.

Sedangkan, dalam kurikulum 2013 yang sudah lama diterapkan, pelajaran Sejarah Indonesia harus dipelajari dan terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Mata pelajaran yang mengalami penggabungan/penyederhaan kurikulum bagi siswa SMA kelas 10, yaitu :

1. Pendidikan Agama
2. PPKn
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. IPA
6. IPS
7. Bahasa Inggris
8. Seni dan Prakarya
9. Pendidikan Jasmani
10. Informatika
11. Program Pengembangan Karakter

Sedangkan untuk siswa kelas 11 dan 12 SMA/sederajat, mata pelajaran Sejarah tidak wajib dipelajari. Mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 11 dan 12 kelompok IPA, IPS, bahasa dan vokasi yang sudah disederhanakan yaitu :

1. Agama dan Kepercayaan kepada
2. Tuhan YME
3. PPKN
4. Bahasa Indonesia
5. Matematika
6. Bahasa Inggris
7. Seni dan Prakarya
8. Pendidikan Jasmani

Pelajaran sejarah bisa dipelajari siswa kelompok peminatan IPA, IPS, bahasa dan vokasi, tetapi tidak bersifat wajib.

Siswa dengan peminatan IPS akan diberi pilihan 5 mata pelajaran tambahan, yakni Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi dan Antropologi. Siswa hanya akan diminta memilih 3 dari 5 mata pelajaran tersebut.

Artinya siswa diperbolehkan untuk tidak memilih mata pelajaran sejarah untuk dipelajari. Misalnya, siswa boleh memilih geografi, sosiologi, dan ekonomi.

Kami dari MGMP Sejarah Kabupaten Lebak tentunya menolak. Kenapa mata pelajaran Sejarah itu di dalam struktur kurikulum yang baru tidak begitu diprioritaskan ? Bahkan akan di hapus ?

Sabarudin, M.Pd Ketua MGMP Sejarah Kab. Lebak mengatakan pelajaran Sejarah sesungguhnya mengandung nilai-nilai kebangsaan yang tak diajarkan di pelajaran lainnya. Karena itu, perannya menjadi penting untuk menjadi mata pelajaran wajib di lingkungan pendidikan.

Identitas bangsa terbentuk karena masyarakat mengetahui dan memiliki memori kolektif sejarah yang sama.

Ia khawatir jika bobot pelajaran Sejarah dikurangi dalam kurikulum yang baru, ini akan mempersempit wawasan nilai kebangsaan siswa. Sebab menurutnya, tak semua siswa mendapat cakupan ilmu sejarah secara maksimal.

Hal ini dapat berbahaya untuk kesatuan bangsa, untuk integrasi bangsa. Kita menjadi sebuah bangsa karena kita punya nilai sejarah yang sama, memori kolektif yang sama. Pungkas Sabarudin M.Pd

Sementara Aris Rusdiana yang berprofesi sebagai guru Sejarah di jenjang sekolah SMA mengkritisi bahwa rencana penghapusan mata pelajaran Sejarah di Kurikulum 2021 nanti akan membuat jati diri bangsa menjadi goyah dan Jas Merah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) akan kehilangan arah.

Dan jangan sampai Founding Father kita yg telah berkorban sampai titik darah penghabisan demi kemerdekaan Indonesia bersedih melihat bangsa Indonesia yg saat ini telah kehilangan identitas, jati dirinya dan memori kolektifnya.(*/Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.