Bersama Berbagi Informasi

Mengenal Lebih Dekat Pemandu Wisata Burung Di Alam Liar

0 469

Bantenshare.com,Lebak—Pemandu wisata biasanya hanya kita kenal ketika kita berwisata mengunjungi objek wisata seperti kota,desa,bangunan bersejarah,museum dan lain-lain, tapi ada yang luput dari pengetahuan kita yaitu pemandu wisata burung.

Rohman B Edy Rasyad, selaku pemandu wisata burung ketika diwawancara oleh bantenshare.com pada Rabu (3/6) ,menjelaskan bahwa pemandu wisata burung tak banyak dikenal oleh para penikmat wisata pasalnya penikmat wisata alam liar khususnya yang menyukai burung, kebanyakan ialah wisatawan yang berasal dari mancanegara.

Rohman menjelaskan bahwa dirinya menjadi pemandu wisata burung (birds guide) dimulai sejak tahun 2009, dalam rentang waktu perjalanan kariernya sebagai birds guide,rohman sudah banyak mendampingi para wisatawan yang berasal dari luar negeri, baik itu dari Eropa, Amerika dan Australia.

“Penikmat wisata burung kebanyakan berasal dari luar negeri,” ujarnya.

Wisata burung ialah kegiatan para wisatawan dalam berwisata ke alam liar guna menikmati keindahan burung-burung yang ada dihabitatnya, biasanya para wisatawan ini berasal dari berbagai kalangan seperti peneliti,fotografer, dan juga masyarakat umum yang hanya ingin melihat burung.

Pria yang pernah mengikuti workshop se asia pasifik atau comunity base of ecotourism di Bali ini mengatakan bahwa para wisatawan yang datang ke banten biasanya akan berkunjung ke tiga lokasi pengamatan burung yang ada, lokasi tersebut meliputi taman nasional ujung kulon, pulau burung di Serang dan Carita tahura. Selain di daerah Banten dirinya pun selalu ketempat-tempat lain di Indonesia.

Seorang birds guide haruslah faham dengan spesies kunci (key species) serta mampu mengindentifikasinya secara teliti karena beda pulau beda juga spesies burungnya, ada juga Burung-burung yang spesifikasinya tergantung pada tingkat ketinggian (elevasi). Sebut saja Burung laut dan burung hutan mereka termasuk spesies Burung yang selalu terbang dengan ketinggian 2000 Mpl keatas.

Di Indonesia sendiri persebaran Burung terbagi dalam 5 zona, 1) wilayah sunda besar meliputi sumatera,jawa,bali dan kalimantan 2) wilayah sunda kecil meliputi sumba,timor dan flores, 3) maluku, 4) sulawesi, dan 5) Papua.

Lanjut Rohman menjelaskan selain pengetahuan tentang burung dan juga perlengkapan, seorang birds guide haruslah didorong oleh hoby, karena dalam melakukan kegiatan outdoor haruslah dilakukan dengan hoby agar semuanya terasa menyenangkan. Kebanyakan aktivitas birds guide ini selalu identik dengan hoby fotografi.

Rohman mengajak agar generasi muda khususnya anak-anak muda agar bisa menyukai kegiatan outdoor khususnya pengamatan Burung, terlebih profesi birds guide masih sangat jarang, pekerjaan ini sangat menjanjikan secara ekonomi. Ia sangat senang jika banyak anak muda mengikuti jejaknya.

“Saya berharap agar anak muda menyukai kegiatan bird guide ini karena dengan begitu kita bisa saling menjaga kelestarian alam, selain itu saya berharap agar perburuan burung lenyap sehingga alam tetap lestari,” pungkasnya.

Sementara Haodudin selaku ketua himpunan pramuwisata indonesia (HPI) Cabang Lebak mengatakan profesi birds guide ini merupakan kegiatan yang positif, selain memandu wisatawan untuk berwisata ke alam maka otomatis pengetahuan tentang alam dan burung khususnya dikuasai juga.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, saya sangat mendukung sepenuhnya dengan apa yang dilakukan oleh rohman sebagai birds guide, selain sebagai seorang pemandu ia pun ikut serta dalam pelestarian alam, semoga di masa yang akan datang akan lahir para pemandu wisata burung dari kalangan anak-anak muda di Lebak Khususnya umumnya di Banten ” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.