Bersama Berbagi Informasi

MENANAM UNTUK MASA DEPAN

0 152

Oleh: Sukmadi jaya rukmana (mantri Tani Desa Citorek tengah)

 

“Menanam” kata tersebut seolah sudah identik dengan kegiatan pertanian, dan kalau kita berbicara pertanian pasti bayangan kita fokus ke daerah pinggiran kota atau pedesaan. Daerah pedesaan selama ini memang menjadi benteng nya budaya agraris yang lambat laun mulai terkikis oleh pesatnya kemajuan kota – kota besar.

Budaya agraris yang merupakan warisan nenek moyang bangsa ini mulai banyak di lupakan dan hanya menyisakan namanya saja, Akan tetapi budaya agraris di masyarakat kasepuhan sampai saat ini masih tetap di jaga dan terjaga seperti halnya di wewengkon adat kasepuhan citorek yang berada di kabupaten lebak provinsi banten.

Masyarakat adat kasepuhan citorek sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani dengan pola pertanian yang masih memegang teguh adat dan tradisi nenek moyang terdahulu. Wilayah adat kasepuhan citorek sebagian besar merupakan lahan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkannya berbagai macam tanaman hortikultura dan padi, makanya tidak aneh kalau di wilayah adat kasepuhan citorek banyak ditemukan leuit atau lumbung padi yang merupakan simbol ketahanan pangan masyarakat adat kasepuhan citorek.

Belakangan wewengkon adat kasepuhan citorek mulai di kenal dengan hadirnya destinasi wisata “gunung luhur negeri diatas awannya banten”, ratusan bahkan ribuan orang berdatangan untuk membuktikan adanya hamparan awan di wewengkon citorek, hal tersebut membawa angin segar bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka. Tetapi bagi saya selaku mantri tani yang di tugaskan di desa citorek tengah hal tersebut bukan hanya angin segar tetapi seperti terbukannya potensi yang luar biasa, potensi yang selama ini tidak termaksimalkan yaitu potensi di sektor pertanian.

Selama ini sektor pertanian di desa- desa yang berada di wewengkon citorek saya lihat sangat sulit untuk berkembang, karena selain pola tanam padi yang dilakukan setahun sekali akses pasar pun cukup sulit, jauhnya akses ke pasar membuat petani berpikir dua kali untuk mengembangkan komoditas pertanian karena susah untuk di jual.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata di wewengkon citorek bagi saya merupakan peluang terbaik bagi masyarakat untuk berkembang baik di sektor pariwisata atau sektor pertanian. Dua sektor tersebuat dapat dipadukan dengan konsep yang tepat agar masyarakat bisa berdaya, akses untuk memasarkan produk pertanian yang selama ini menjadi kendala bukan lagi jadi halangan. Dulu produk pertanian harus di angkut terlebih dahulu ke pasar baru sampai ke konsumen tetapi sekarang dengan berkembangnya pariwisata secara tidak langsung pasar terbuka lebar karena konsumen bisa datang langsung ke citorek.

Potensi sektor pertanian wewengkon citorek memang sangat eksotis bagi saya, sebagai putra asli citorek yang di besarkan oleh orang tua sebagai petani saya sangat tertarik dengan potensi yang di miliki wewengkon citorek yang satu ini. Seandainya sektor pertanian bisa di tumbuh kembangkan dengan maksimal akan banyak pemberdayaan masyarakat yang bisa dilakukan, perekonomian masyarakat akan meningkat, setiap masyarakat bisa sejahtera dengan mengelola lahan pertanian mereka.

Dengan terbukanya peluang tersebut yang perlu dipersiapkan adalah sumber daya manusianya, agar peluang yang terbuka dapat di manfaatkan dengan baik dan bijak sehingga seluruh masyarakat bisa berdaya dan mendapatkan manfaat. Penguatan sumber daya manusia kini menjadi tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat sebagai pelaku utama nantinya, seluruh stakeholder harus terlibat dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul, menciptakan Generasi yang mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki, menciptakan generasi yang memiliki kesadaran untuk berubah. Upaya tersebut bisa dilakukan salah satunya dengan gerakan literasi di sekolah dan masyarakat.

Gerakan literasi pun harus mengakar rumput agar mampu mengedukasi masyarakat tetang betapa besar potensi yang di miliki wewengkon citorek. Kenapa gerakan literasi harus hadir dan mengakar rumput di masyarakat adat kasepuhan citorek, karena literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis atau berbahasa tetapi tentang kesadaran, menjaga dan melestarikan, dengan membaca orang akan memahami dan akan timbul kesadaran dan mau menjaga serta melestarikan potensi – potensi yang ada di lingkungan mereka, dengan literasi sumber daya manusia yang unggul lambat laun bisa di ciptakan.

Akhir kata dari pelosok banten dari ujungnya lebak saya mengajak bukan hanya kepada masyarakat adat kasepuhan citorek saja tetapi kepada kita semua sebagai manusia mari kita tanamkan kembali budaya agraris sebagai warisan nenek moyang kita, mari tanamkan kembali kesadaran akan betapa pentingnya sumber daya manusia yang unggul agar mampu mengelola potensi yang kita miliki demi kemajuan dan berdayanya masyarakat, mari menanam untuk masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.