Bersama Berbagi Informasi

Membangun karakter pendidikan generasi muda, PII Lebak gelar kajian pendidikan online

0 52

 

Bantenshare.com,Lebak-Pelajar Islam Indonesia ( PII ) kabupaten lebak mengadakan kajian online dengan mengangkat tema “ Tidak ada murid yang malas hanya belum menemukan guru yang tepat “ acara ini digelar pada Sabtu (3/10) lalu.


Kajian online yang menggunakan media Whatsapps grup ini diikuti oleh peserta umum khususnya pelajar di Provinsi Banten, kajian dengan mengangkat tema ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat belajar para pelajar di era pandemi Covid_19 yang berdampak pada dunia pendidikan, termasuk kampus. Adanya wabah virus covid-19 ini menghambat kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka dan dialihkan menjadi daring. Kendati begitu, pandemi ini mampu mengakselerasi pendidikan 4.0. Sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kajian disampaikan oleh Ihsan selaku ketua Umum PD PII Kabupaten Lebak periode 2019- 2020 dengan harapan kembalinya semangat belajar para pelajar pada era Pandemi Covid19

“Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memastikan kita untuk selalu menjaga jarak fisik (physical distancing). Bahkan pada awal mula virus corona muncul ditengah kita kegiatan sekolah, kajian majelis ta’lim, dan pusat perbelanjaan terpaksa diliburkan. Warga diserukan untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah (work from home) dan beribadah di rumah. Fenomena yang sangat menjamur di masa pandemi bermacam kegiatan diskusi atau seminar yang dilakukan berbagai organisasi mau pun pendidikan secara via online – selanjutnya dikenal istilah webinar disini peran kita sebagai dunia organisasi yang menjadi fasilitator untuk ajang berdisuki mengkaji juga lainnya agar lebih bermanfaat saja kegiatan kegiatan malam minggu ini.” Ujarnya

Sementara itu Royhan selaku Umum PD PII Kabupaten Lebak periode 2020 – 2021 menjelaskan adanya seminar ini adalah salah satu program kerja dari PII kabupaten Lebak dan sekaligus mengisi waktu kosong para pelajar akan dapat memanfatkan waktu dengan efisien.


Berawal dari keresahan pelajar, Royhan menjelakan banyak pelajar yang mengeluhkan Bahwa dirinya Itu Malas dan kurang memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru Sebab Ketika Belajar sulit akan memahami Ke Akal Maka Dari Itu, Banyak Para pengamat pendidikan Yang Melencengkan Pernyataan Itu Bahwa Bukan Muridnya Yang Salah Tetapi Belum Menemukan Guru Yang Tepat maka dari itu terbentuklah kajian oline ini dengan tetap menjungjung tinggi etika dan mengutamakan nilai nilai pendidikan.


“ Harapannya kajian ini harus tetap berlanjut malah sampai berjilid jilid karena mau bagaimana pun pandemi ini jangan sampai kita jadikan alasan juga halangan untuk tidak produktif, juga berharap semua komunitas dan lintas organisasi bisa serentak bersama sama mengadakan kajian atau diskusi online agar ruang lingkup pembelajaran itu kita dapatkan tidak hanya di sekolah tapi luar sekolah pun bisa komunitas dan organisasi lah yang seharusnya menjadi wadah adanya kegiatan kegiatan terlebih mendominasi kearah Positif. “ Pungkas ihsan dengan penuh harapan (Imam Muarif/teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.