Bersama Berbagi Informasi

Meditasi Pernafasan Solusi Hilangkan Pikiran Stress

0 113

 

Bantenshare.com,Lebak–Arus modernisasi yang cepat dan aktivitas penduduk perkotaaan yang sibuk seringkali membuat pikiran stress. Tak sedikit stress dipicu oleh rutinitas menjemukan atau kebutuhan yang tidak tercapai, sehingga membuat pikiran gelisah, tidak tenang dan emosi menjadi meningkat.

Ada banyak hal yang ditempuh untuk menghilangkan stress tersebut, salah satunya ialah melakukan teraphy meditasi pernafasan. Teraphy ini dinilai sangat efektif dalam menghilangkan stress karena bisa dilakukan secara praktis dirumah, dilakukan sendiri dengan mudah.


Ditemui dikediamannya pada rabu (5/8) lalu, dalam wawancara dengan Bantenshare.com,
Tedy warman selaku praktisi ilmu pernafasan mengatakan bahwa meditasi melalui proses pernafasan sekarang menjadi solusi dalam menghilangkan stress dikarenakan proses ini mudah dilakukan, praktis dan tak memakan waktu banyak.

Pria yang juga pengajar ilmu seni pernafasan cahaya nusantara cabang lebak ini menjelaskan metode meditasi pernafasan ini sudah dikenal sejak lama, secara garis besar tujuan dari kegiatan meditasi ini terbagi menjadi tiga yaitu untuk keperluan mencapai ketenangan, untuk keperluan membangkitkan tenaga dalam atau mengolah energi dan untuk keperluan peningkatan aktivitas seksual atau kesehatan. Dari tujuan tersebut yang berbeda-beda satu hal yang sudah pasti didapatkan ialah mencapai ketenangan, karena pada saat proses meditasi pernafasan ketenangan secara otomatis didapatkan kendati tujuan seseorang dalam bermeditasi berbeda-beda.

“Semua meditasi pernafasan menghasilkan ketenangan walaupun tujuannya berbeda-beda sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Lanjut tedy menjelaskan bahwa sumber stress ialah berada di pikiran, oleh karenanya ketika melakukan meditasi hal yang diproses atau direlaksasi ialah pikiran dimana dalam otak manusia terdapat empat gelombang besar, yaitu gelombang beta,alfa,delta dan teta. Berikut adalah penjelasannya; pertama, gelombang beta ialah gelombang otak manusia yang biasa dipakai secara rutin. Gelombang ini biasanya disebut gelombang stress dengan kekuatan kapasitas 8-12 putaran/detik dimana manusia bisa berpikir lebih dari satu macam di saat waktu yang bersamaan. Ciri khas gelombang ini ialah memori terikat erat dengan emosi.

Kedua,gelombang alfa. gelombang alfa merupakan fase awal dalam memasuki alam bawah sadar dimana di gelombang ini dimulai saat mata mulai memejam. Kekuatan kapasitas gelombang alfa ini 4-8 putaran/detik. Sensasi yang dirasakan pada level gelombang ini ialah diam tak mampu bergerak dan subjektivitasnya ialah merasakan perasaan panas dan dingin atau hal-hal sederhana. Kendati sudah memasuki trance atau kondisi bawah sadar bukan berarti hilang kesadaran.

Ketiga, gelombang delta. Dalam gelombang ini lebih hening dan lebih fokus. Kekuatan kapasitas gelombang ini 0-4 putaran/detik. Sensasi yang dirasakan saat meditasi di level ini ialah merasakan satu macam perasaan dan mencapai alam bawah sadar yang berkualitas dimana kendati dalam alam bawah sadar kesadaran meningkat tajam dan lebih fokus. Dalam level ini yang ada ialah pikiran itu sendiri sehingga kita bisa melakukan apa saja sesuai kebutuhan. Jika dikaitkan dengan supranatural di level ini seseorang bisa melakukan levitasi,bilokasi,transformasi,telepati dan astral projection. Namun jika digunakan hanya untuk meditasi maka ketenangan lebih bisa diraih.

Keempat, gelombang teta. Dalam level gelombang ini ialah pikiran sudah bersatu dengan alam semesta, dalam kondisi luar meditasi disebut tidur pulas.

Dalam melakukan meditasi pernafasan hendaknya si pelaku meditasi menyiapkan diri serileks mungkin dengan jam waktu khusus. Durasi meditasi dilakukan sehari sekali dengan waktu 10 menit sampat 30 menit/hari.

Meditasi dilakukan bisa dengan cara duduk bersila, duduk bersimpuh, duduk di kursi atau sambil berbaring dilantai. Semua bisa dipilih disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing orang.

Meditasi pernafasan memakai dua pola teknik pernafasan, yaitu nafas oval dan nafas linier. Dalam nafas oval disini kita menarik nafas sepanjang dan sehalus mungkin digabung pada pernafasan perut, ditekan di perut diafragma di tekan dan kemudian nafas dilepas perlahan secara halus. Sementara dalam nafas linier, nafas ditarik dan lepas tanpa batas dan tanpa melihat kapasitas paru-paru. Di nafas linier pernafasan dilakukan secara terus menerus layaknya air mengalir.

Lanjut tedy menjelaskan bahwa dalam melakukan meditasi pernafasan hendaknya dilakukan secara rileks, karena dengan cara rileks meditasi bisa maksimal dilakukan.

“Saat melakukan meditasi kita harus rileks dan fokus memperhatikan nafas kita, kita harus menikmati keluar masuknya nafas sehingga kita bisa maksimal dalam bermeditasi, latihan ini perlu dilakukan secara rutin,” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.