Bersama Berbagi Informasi

Di masa pandemi Covid-19, kegiatan Bhakti Karya Mahasiswa menjadi garda terdepan mencegah penyebaran

0 103

 


Bantenshare.com,Lebak–Diki fiska merupakan peserta Bhakti Karya Mahasiswa sekaligus Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Setia Budhi Rangkasbitung, sangat antusias mengikuti kegiatan walaupun sudah berjalan selama 3 Minggu
Ketika ditemui oleh Bantenshare.com pada hari Jumat (20/8) lalu, Diki mengatakan Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) yang dilaksanakan oleh STKIP Setia Budhi merupakan wujud konkret pengabdian di pandemi yang kelam ini, pada saat ini Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) Tematik mengkordinir semua mahasiswa agar melaksanakan pengabdian tersebut di daerahnya masing-masing dan melakukannya secara individual. Sehingga, mau tidak mau mahasiswa harus berpikir keras bagaimana ilmu yang didapatkan di dalam kampus mampu dipraktekkan di lapangan sesuai konsep yang kami punya.


Tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2020 lalu pembukaan Bhakti Karya Mahasiswa sudah dilakukan, tidak terasa sampai sekarang sudah melakukan hal yang luar biasa di kampung sendiri sehingga lebih dekat lagi dengan masyarakat kampung.

“menjadi momentum luar biasa, bagaimana pada saat dibukanya Bhakti karya Mahasiswa ini , saya merasa kebingungan akan melakukan apa di kampung halaman saya, yang tempatnya di Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kab.Lebak., akan tetapi lambat laun, ternyata pengabdian merupakan langkah yang tidak pernah terasa oleh kita, tapi ada nilai manfaat yang didapatkan oleh masyarakat disini, sehingga kedekatan emosional semakin mengikat sampai Minggu ketiga ini.” ujarnya.


Pada pelaksanaan BKM tahun ini bertemakan “Edukasi pencegahan Covid-19 Mewujudkan Masyarakat Lebak yang Sehat”.

“merupakan tema yang esensial sehingga konsep dan program yang dilakukan peserta harus selaras dengan tema yang telah dibuat, saya menerapkan beberapa program yang merupakan langkah untuk melakukan pencegahan, dalam Minggu pertama, selain dari berbagai data mulai dari data penduduk, pekerjaan, pendidikan, gejala, positif, dan mati karena Covid-19, serta wirausaha yang terhambat, pemberhentian hak kerja, dan kemiskinan permanen menjadi awal melangkah ke Pelaksanaan, dilanjut dengan pelatihan Kesehatan serta sosialisasi pencegahan Covid-19, bagaimana cara menggunakan alat pelindung diri, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan masjid yang menjadi tempat ibadah di Desa, dan berbagai program kesehatan yang lain, seperti POSYANDU, BIAS MR, Puskesmas keliling yang bermitra dengan petugas kesehatan. Pada kesempatan BKM ini juga, pengajian pertama kali di buka sejak ada pandemi Covid-19, pada hari Jum’at (13/08) sehingga benar, wujud dari keilmuan merupakan bagaimana kita mempraktikkannya, dan juga pada bulan ini ada PHBN dan PHBI, pada peringatan kemerdekaan, saya dan tokoh pemuda dan masyarakat memperingati dengan melaksanakan pengajian, doa, dan merawis pada malam Senin, sebelum besok memperingati hari kemerdekaan dengan permainan tradisional, serta banyak lagi hal yang luar biasa yang tidak pernah saya lakukan sebelum mengikuti kegiatan Bhakti Karya Mahasiswa ini.” Tambahnya


“Bersama dengan peserta Bhakti Karya Mahasiswa yang lain dan semua unsur masyarakat yang ada di kampung kita masing-masing, dengan adanya kegiatan Bhakti Karya Mahasiswa di tahun 2020 ini, bersamaan dengan adanya pandemi, mari kita sama-sama bersinergi dan menyatukan segala tujuan kita untuk melakukan langkah awal pencegahan Covid-19, agar dari langkah kecil kita ini bisa melakukan perubahan ke arah perbaikan, sehingga pandemi Covid-19 yang melanda segera teratasi dan diberantas di negara Indonesia kita tercinta.” Tutupnya. (suwardi/teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.