Bersama Berbagi Informasi

Lewat Kreatifitas, Limbah Jadi Pundi-Pundi

0 297

 


Bantenshare.com, Lebak – Aji ismail (25) pemuda desa cimangeunteun menyulap limbah triplek/kayu menjadi karya seni indah atau yang lebih dikenal dengan sebutan phyrography art.


Ketika di temui oleh tim bantenshare.com dikediamanya yang juga merupakan galeri seninya pada hari minggu 20/08/2020. Aji Ismail pemuda Kp. Cilukut rt 008 rw 003. Menyulap limbah kayu dan triplek yang di peroleh dari bengkel mabel tempat temanya bekerja menjadi karya seni lukis bakar (phyrography art).

“Berawalnya dari informasi teman saya yang bekerja di bengkel meubel, bahwa banyak limbah triplek yang dibuang dan dibakar begitu saja. pada akhirnya saya mempunyai insiasitif bagaimana caranya memanfaatkan limbah tersebut menjadi barang yang miliki harga ni jual tinggi” ujarnya


Aji Menjelaskan awal mula menekuni kerajinan ini pada tahun 2018 sampai saat ini. Aji belajar seni lukis ini dari melihat youtube secara otodidak, ia belajar selama 3 bulan lamanya untuk mengetahui secara detail bagaimana proses pembuatan serta bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat seni ukir bakar. Bukan hanya itu aji pun merakit sendiri alat ukir bakar dari kawat vape dan charger handpone yang sudah tidak digunakan lagi.


Menurut aji membuat karya seni ini gampang-gampang susah karena dalam proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan keterampilan untuk membentuk sebuah pola gambar yang di inginkan agar hasilnya maksimal. Seni Ukiran bakar aji menghasilkan sebuah produk diantaranya lukisan, jam dinding, gantungan kunci, asbak, tatakan handpone, dan lain-lain.


Untuk menghasilkan 1 ukiran gambar, aji membutukan 1 sampai 14 hari tergantung dari kerumitan gambar yang di pesan oleh konsumen.
Untuk pemasaran produknya aji menggunakan media online seperti facebook, instagram dan WA. Sedangkan Harga ukir bakar yang di jual sangatlah beragam dari kisaran 5 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah ditentukan juga oleh tingkat kerumitan pengerjaanya.


Harapan aji kedepannya semoga usaha ukir bakar ini bisa berkembang dan banyak pihak yang membantu untuk memasarkan kerajinanya apalgi dimasa pandemi covid ini.

Sedangkan menurut Haodudin selaku direktur banten haritage dan pengamat budaya. Menjelaskan bahwa seni kriya atau kerajinan tangan merupakan salah satu dari ekonomi kreatif, kerajinan tangan masuk dalam 16 subsektor ekonomi kreatif yang saat ini sedang di galakan oleh pemerintah. Dengan adanya seni kriya yang di gagas oleh Ali ini di cimageunteung ini Haodudin merasa bersyukur karena di kabupaten lebak ini terdapat potensi SDM yang luar biasa yang bisa membuat karya yang begitu indah dan ini bisa menjadi aset serta penarik pariwisata lokal.

“Saya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh Ali, insya allah potensi ini akan kami publikasikan terus sehingga banyak pihak-pihak yang terkait dapat merangkul potensi ini terutama pemerintah daerah, semoga kerajinan tangan ini semakin maju,” pungkasnya
(Herawan/teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.