Bersama Berbagi Informasi

Komisariat PMII Setia Budhi Gelar Sekolah Islam Gender

0 200

 


Bantenshare.com, Lebak- Mahasiswa Lebak yang tergabung dalam wadah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Setia Budhi Rangkasbitung menggelar kaderisasi formal Korps PMII Putri (Kopri) yaitu Sekolah Islam Gender (SIG)

Ketika ditemui oleh Bantenshare.com pada hari Sabtu (18/7) lalu, panitia pelaksana mengatakan Sekolah Islam Gender (SIG) merupakan sebuah proses kaderisasi formal, yang merupakan proses aktualisasi antara fungsi antara laki-laki dan perempuan dalam sosial masyarakat secara kajian dan realitas yang saat ini mengalami era 4.0. Sekolah Islam Gender ini pun bisa diikuti oleh anggota dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) baik laki-laki dan perempuan. Dalam tingkatan Korps PMII putri (Kopri) ini merupakan tahap awal kaderisasi, mulai dari Sekolah Islam Gender (SIG), Sekolah Kader Kopri (SKK), Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN).

Sekolah Islam Gender (SIG) diselenggarakan oleh Komisariat PMII Setia Budhi dilaksanakan dari Hari Sabtu (18/7) mulai pembukaan pada pukul 13.00 WIB sampai hari Minggu (19/7) dan penutupan pada pukul 13.00 WIB yang bertempat di Sanggar Guriang, Warung gunung, Kab. Lebak.
Sasaran dari kegiatan tersebut adalah anggota PMII yang sudah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), khususnya PMII Setia Budhi, Kabupaten Lebak dan di luar kabupaten secara umumnya, dengan pelbagai persyaratan yang telah ditentukan panitia pelaksana.
Sekolah Islam Gender (SIG) ini diadakan sebagai langkah konkret untuk memberikan wadah agar anggota dan kader PMII memiliki pengetahuan tentang Gender dan gerakan-gerakan perempuan, selain itu Sekolah Islam Gender (SIG) merupakan Kaderisasi formal setelah MAPABA.
Sekolah Islam Gender (SIG) dibuat semacam forum diskusi interaktif dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang memiliki kapasitas dan keilmuan dibidangnya masing-masing.

Sekolah Islam Gender (SIG) ini bertema; Revitalisasi Gerakan Perempuan di Era 4.0.
Mega Puspitasari sebagai ketua Kopri Komisariat PMII Setia Budhi mengatakan pengambilan tema tersebut melihat situasi dan kondisi perempuan khususnya di Lebak

“Sebenarnya tema ini ambil dan disepakati oleh yang lain karena relevan dengan realitas, dengan melihat situasi dan kondisi perempuan yang ada di Kab. Lebak. Kalau didefinisikan, revitalisasi merupakan proses, pembuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali, agar perempuan membuka pandangannya terhadap apa yang akan terjadi di masa akan datang, terkait isu-isu perempuan, hak-hak perempuan dan lain-lain. Karena saya rasa perempuan di zaman sekarang bukan lagi seperti perempuan di zaman jahiliah dimana posisi perempuan selalu di bawah laki-laki dan dianggap lemah atau dibatasi ruang lingkupnya dengan (Sumur,Dapur,Kasur) tapi sekarang harus “Out of The Zone” (Keluar dari zonanya), untuk itu, yang diharapkan dalam Sekolah Islam Gender (SIG) terselenggara agar perempuan secara khususnya dan kader anggota laki-laki pada umumnya sadar dan peduli akan hal itu dan mampu terus bergerak dengan hal yang positif.” Ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya ada 12 kader dan anggota yang mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG). Tujuan mengikuti SIG ini agar para kader dan anggota membuka matanya untuk kehidupan yang akan datang, sehingga mampu berkembang dan melihat perubahan zaman sebelum berkeluarga ataupun sudah berkeluarga dalam sosial masyarakat.

Siti Dian Nurdiana sebagai Ketua KOPRI Cabang PMII Kab. Lebak sangat mengapresiasi akan terselenggara kegiatan Sekolah Islam Gender tersebut,

“sangat luar biasa, mengingat hampir tiga bulan lamanya agenda ini tertunda karena pandemi Covid-19. Karena sebelumnya, tiga hari akan menyelenggarakan Sekolah Islam Gender ada himbauan dari pemerintah untuk 14 hari Stay at home dengan demikian acara tersebut tertunda dalam jangka waktu tidak ditentukan, akhirnya setelah menunggu selama tiga bulan, ada Himbauan bisa mengadakan kegiatan tapi dengan protokol kesehatan di era New Normal. Dengan penuh semangat para panitia kegiatan dibantu dengan yang lain akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,”ujarnya.

Setelah mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) para peserta akan mendapatkan tindaklanjut dari panitia penyelenggara yang sudah ditentukan, yang kemudian ditopang oleh Kopri cabang untuk memfasilitasi peserta yang sudah mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) untuk melanjutkan ke jenjang kaderisasi berikutnya.

Siti Dian berharap, “Semakin mereka belajar mengenal perempuan dalam pelbagai perspektif, semoga ke depannya Kopri khususnya Lebak pemikirannya semakin terbuka, serta tidak pantang menyerah untuk membedah dan memperjuangkan hak-hak perempuan menjadi perempuan cerdas baik dalam pemikiran, sikap, dan implementasinya. Menjadi perempuan yang berkualitas, beretika, serta berintegritas, sehingga tujuan Kopri bisa tercapai, merdeka atas pikirannya sendiri dan melakukan apapun yang mereka ingin lakukan dalam koridor positif.”pungkasnya.(Diki fiska/teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.