Bersama Berbagi Informasi

Gaya arsitektur kolonial Belanda di rumah Dinas Bupati Lebak

0 131

 


Bantenshare.com,Lebak–Setiap pemerintahan daerah pastilah mempunyai rumah dinas bupati, begitupun dengan kabupaten lebak.

Sebagai kabupaten yang berusia ratusan tahun kabupaten lebak memiliki rumah dinas yang gaya arsitekturnya memiliki sisi eropa kontinental karena peninggalan hindia belanda. Keindahan bangunan,ornamen dan presisinya selalu menjadi daya tarik bagi semua orang baik bagi wisatawan ataupun para pemerharti sejarah dan cagar budaya.

Ginanjar selaku ketua komunitas pemerharti cagar budaya (pancadaya) kabupaten lebak, mengatakan rumah dinas bupati lebak ini memiliki gaya arsitektur yang indah yaitu gaya arsitektur belanda.

“Rumah dinas bupati lebak ini bentuk bangunannya indah dan enak dipandang mata,” ujarnya.

Lanjut Ginanjar menjelaskan rumah dinas bupati lebak ini dibangun pada tahun 1849 dengan bangunan utama seluas 180 meter persegi, sementara gaya arsitekturnya ialah gaya neoklasik, bangunan menghadap ke utara.

Dilihat dari atas denah bangunan berbentuk simetris persegi panjang, atap limasan dengan dak disisi atap. Selain itu terdapat canopy pada serambi muka dengan 4 tiang utama bergaya tuscan dan 3 tiang kecil penopang canopy.

Bangunan ini terdiri atas 6 buah kamar dengan jendela berdaun rangkap tersemat hiasan susunan potongan kayu pada bagian luarnya. Selain bangunan utama ada pendopo tepat berada di depan bangunan utama. Pendopo ini berbentuk dengan denah bujur sangkar berbentuk gaya arsitektur lokal, bangunan pendopo menyerupai dengan bangunan pendopo di jawa dengan atap berbentuk joglo, pada samping kanan bangunan utama terdapat bangunan kecil yang digunakan untuk jamuan makanan ringan atau untuk duduk minum kopi dan teh. Bangunan kecil persegi panjang ini merupakan satu kesatuan dengan bangunan utama.

Pada zaman dulu rumah dinas bupati ini digunakan sebagai tempat tinggal para bupati lebak namun saat ini tak digunakan lagi sebagi tempat tinggal. Bangunan ini hanya digunakan sebagai tempat penerimaan tamu.

“Bangunan ini sangat indah, selain sebagai bangunan cagar budaya, rumah dinas bupati lebak ini difungsikan pula sebagai daya tarik pariwisata karena tak jarang bangunan ini selalu menjadi spot special dalam kegiatan city tour,” tandas Ginanjar.

Sementara Haodudin selaku pengamat budaya dari Banten Heritage mengatakan bahwa rumah dinas bupati lebak ini merupakan bangunan bersejarah yang merupakan bangunan cagar budaya dimana bangunan ini tersimpan banyak kisah bersejarah yang patut untuk digali.

“Bangunan ini menjadi daya tarik kabupaten lebak khususnya dalam hal pariwisata, selain sejarah karena tak jarang banyak para wisatawan yang selalu berkunjung ke bangunan ini dalam kegiatan festival seni multatuli khususnya dalam acara city tour yang setiap tahun digelar secara resmi,” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.