Bersama Berbagi Informasi

Dunia Pariwisata di Era New Normal, Ali Surahman: Diperlukan Sinergitas Diantara Setiap Stakeholders Guna Membangun Dunia Pariwisata

0 223

 


Bantenshare.com,Lebak–Dunia pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak dari adanya pandemi covid 19. Hal tersebut dikatakan oleh Ali surahman S.sn selaku tenaga ahli di Dinas pariwisata kabupaten lebak.

Kepada Bantenshare.com dalam wawancaranya pada jum’at (19/6) lalu, Ali mengatakan bahwa pandemi covid 19 telah memukul semua sendi kehidupan salah satunya ialah sektor pariwisata, perkembangan covid 19 membuat pemerintah melakukan kebijakan guna memutus rantai penyebaran covid 19, salah satunya ialah pembatasan aktivitas sosial dan juga penutupan destinasi wisata, Hal tersebut merupakan langkah yang baik namun kebijakan tersebut secara multifier effect menghambat PAD daerah dari sektor pariwisata pasalnya banyak diantara masyarakat kehilangan sumber pendapatan akibat ditutupnya destinasi Wisata tersebut. Dalam rentang perjalanan waktu saat ini pemerintah menerapkan kebijakan new normal, dimana ketika destinasi wisata dan semua sektor dibuka kembali maka semua komponen pariwisata harus sedia bersiap diri dalam menghadapi new normal ini.

“Diperlukan sinergitas antar setiap pemangku kepentingan, baik itu pemerintah,swasta dan masyarakat dalam membangun lagi sektor pariwisata,” ujarnya.

Sinergitas tersebut merupakan hal yang perlu dilakukan dalam membangun kembali sektor pariwisata, disini pemerintah daerah harus hadir ditengah masyarakat dengan melakukan beberapa hal: 1) Dukungan kepada industri dan pelaku parekraf 2) Penguatan SOP penguatan mitigasi pariwisata, 3) Prioritas pada pembenahan destinasi, 4) Meningkatkan peran pokdarwis di desa wisata sebagai tim gugus tugas di desa, 5) penguatan regulasi masuknya wisatawan.

Lanjut Ali menjelaskan potensi pariwisata yang harus dibangun dengan porsi besar guna memulihkan kembali dunia pariwisata ialah dengan tetap fokus pada pengembangan destinasi Wisata prioritas yaitu Six fantastix ditambah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan di masing-masing destinasi wisata.

Selain itu, Ali menjelaskan guna menghadapi situasi new normal hendaknya dunia pariwisata senantiasa memperhatikan protokol kesehatan disetiap destinasi atau objek wisata, strategi yang dipakai ialah menyiapkan protokol kesehatan clean,health,safety (CHS) atau kebersihan, kesehatan dan keamanan. Destinasi wisata perlu menerapkan protokol kesehatan dengan tetap berfokus pada himbauan jaga jarak,memakai masker dan mencuci tangan, sehingga situasi menjadi kondusif.

“Saya berharap agar pandemi covid 19 segera berakhir dan semua bisa kembali normal seperti sedia kala,selain itu saya berharap agar semua fihak bisa mengambil hikmah atas kejadian pandemi ini sehingga kita semua bisa berbenah diri termasuk juga sektor pariwisata, hikmah lain dari covid ialah banyaknya bermunculan inovasi baru dalam bidang pariwisata sehingga menjadi trend baru misalnya virtual tours dimana hal ini bisa menjadi pilihan pendukung dalam pengembangan atraksi wisata kedepan,semoga kita semua bisa bangkit kembali bangun pariwisata secara maksimal sehingga dunia pariwisata menjadi maju,” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.