Bagaimana Menjalankan Usaha Ternak Burung Lovebird?

Usaha Ternak Burung Lovebird. Akhir-akhir ini, banyak sekali para pecinta atau kolektor burung yang mulai merambah ke bisnis penjualan dan budidaya burung tersebut. Salah satu jenis burung akhir-akhir ini begitu diminati adalah lovebird.

Selain kecantikan bulunya yang berwarna-warni, kicauan burung ini pun sangat unik. Bahkan, tak sedikit pedagang yang harus mengimpor dari luar negeri. Oleh karena permintaan lovebird yang begitu tinggi ini maka tak heran jika banyak yang menjadikannya sebagai suatu peluang usaha yang menjanjikan.

Lovebird merupakan jenis burung yang memiliki bentuk tubuh mungil berukuran sekitar 13 hingga 17 centi meter dengan berat antara 40 sampai 60 gram. Ciri khas dari burung elok ini terletak pada paruhnya yang besar, ekornya yang pendek, serta warna bulu yang bervariasi.

Selain itu, burung jenis ini memiliki kepribadian yang sosial. Sikap sosial ini ditunjukkan lewat perilaku mereka yang selalu berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain hampir di setiap waktu.

Nah, untuk Anda yang tertarik ingin menekuni usaha ternak lovebird, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut beberapa diantaranya:

Hal- Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Menjalankan Bisnis Ternak Burung Lovebird

Membeli burung indukan

Tahap ini tentunya harus dilakukan sebelum memulai beternak burung lovebird. Mencari indukan sebaiknya adalah yang berusia antara 11 bulan hingga 2,5 tahun. Jika lebih dari itu, ditakutkan burung nya tidak produktif lagi dan keberhasilan dalam mengerami telur lebih kecil

Membedakan kelamin burung

Langkah pertama sebelum memulai beternak adalah dengan mempelajari cara membedakan kelamin burung. Perbedaan antara lovebird jantan dan betina nyaris tidak nampak bila dilihat dari segi warna dan fisiknya.

Namun, Anda tetap bisa mengetahui jenis kelaminnya dengan cara meraba capit udang yang berada di bawah dubur burung. Lovebird jantan memiliki capit yang keras, rapat, sekaligus lancip. Untuk burung betina, capitnya cenderung lembek, lebar, dan tumpul.

Sebenarnya membedakan jenis kelamin lovebird ini susah-susah gampang. Namun, tak perlu khawatir. Bagi Anda para pemula, Anda bisa menerapkan sistem koloni agar masing-masing burung bisa menentukan pasangannya sendiri.

Menyiapkan kandang burung

Setelah burung mendapatkan pasangannya masing-masing, segera siapkan kandang indukan. Selain berfungsi untuk melindungi burung, kandang juga digunakan sebagai tempat perkawinan tiap pasangan burung. Sebaiknya lokasi kandang berada di tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian sehingga proses reproduksinya akan lebih sukses.

Anda bisa menyiapkan kandang untuk burung lovebird, dengan ukuran 40 x 40 x 80 centi meter. Di dalam kandang, sediakan kotak sarang untuk bertelur dan mengerami yang terbuat dari papan kayu dengan tebal 2 centi meter, ukurannya 15x20x25 centi meter.

Masukkan juga serbuk kayu, kulit jagung yg sudah kering dan lainnya sebagai penghangat dan pemberi rasa nyaman kala mengerami telur. Pada umumnya, lovebird bertelur 4 hingga 6 butir dan membutuhkan waktu 21 sampai 23 hari untuk mengeraminya.

Merawat burung indukan

Burung lovebird indukan seringkali nampak sensitif saat masa mengerami. Jadi, Anda harus berhati-hati jika menyentuh kandangnya. Meskipun begitu, tetap perhatikan asupan makanan si burung. Anda juga bisa memberikan makanan ekstra seperti jagung, kwaci, sawi, dan toge sebagai pemicu birahi burung. Selain makanan, minuman juga harus selalu tersedia.

Anda dapat memandikan burung tetapi jangan terlalu sering. Setelah dimandikan, burung harus dijemur sehingga terpapar matahari namun jangan terlalu lama. Tak hanya itu, kebersihan kandang juga harus terjaga. Nah, jika perawatannya baik dan benar, burung jenis ini mampu hidup 10 hingga 20 tahun.

Merawat burung anakan

Setelah anakan burung menetas, indukan jantan dan betina akan menyuapinya secara bergantian. Namun, sebaiknya Anda meletakkan anakan secara terpisah ke dalam kotak kecil yang telah diberi alas berupa jerami kering atau serpihan kayu dan bohlam 5 watt sebagai penghangat.

Untuk makanannya, Anda bisa menyiapkan bubur bayi yang mengandung susu, lalu campurkan dengan air hangat. Bubur ini diberikan setiap 2 jam sekali pada anakan berusia kurang dari 3 minggu.

Saat usianya menginjak 3 hingga 4 pekan, Anda dapat mengenalkan jenis makanan yang lainnya seperti buah, sayur, dan millet. Setelah anakan mampu makan sendiri, barulah Anda bisa memindahkannya ke kandang yang biasa.

Cara ini dilakukan agar nutrisi anakan tetap terjaga dan indukan dapat lebih cepat bereproduksi kembali. Memang dengan langkah ini, Anda harus ekstra bersabar dan hati-hati, namun hasil produksi akan lebih optimal.

Sebagai gambaran, berikut estimasi modal, penjualan, dan keuntungan dalam berbisnis burung lovebird.

MODAL
Beli indukan @2 pasang pastel kuning Rp 7.000.000
Pemeliharaan indukan @3 bulan RP    600.000
Pemeliharaan 6 ekor anakan @2 bulan Rp   600.000
PENJUALAN
6 ekor pastel kuning @Rp. 900.000 Rp 5.400.000
Keuntungan Rp 5.400.000

Rp    600.000

Rp    600.000

TOTAL Rp 4.200.000

Nah, itulah diatas, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan jika ingin sukses beternak burung lovebird. Walau terlihat mudah, namun tentunya tetap diperlukan usaha yang serius serta tekun agar bisa berhasil.

Related Posts

Add Comment