Bersama Berbagi Informasi

Arie Hendrie Purnama, Pelihara Ular Karena Peduli Konservasi Alam.

0 61

Bantenshare.com,Lebak–Memelihara ular hanya sebatas perlindungan konservasi alam. Hal tersebut dikatakan oleh Arie hendrie purnama kepada bantenshare.com pada kamis (25/6) lalu.

“Saya pelihara ular hanya untuk sementara, karena disini banyak ular jadi ular saya amankan khawatir membahayakan warga,” ujarnya.

Pria kelahiran 6 november 1982 ini menjelaskan bahwa tempat tinggalnya yang beralamat di perum Korpri Blok B3 no 3 Rt 01 Rw 05 desa ciuyah kecamatan sajira, kabupaten lebak, dekat sekali dengan areal kebun dan hutan semak belukar, kerap selalu terlihat ular masuk komplek perumahannya, alhasil banyak warga yang panik karena keberadaan ular yang masuk ke areal perumahan, disinilah arie mengambil peran guna melindungi warga, ia menangkap ular tersebut kemudian mengamankannya sementara di rumahnya, dengan cara di pelihara untuk sementara waktu.

Arie menambahkan bahwa ular yang banyak muncul di pemukiman tempatnya berdomisili ialah ular jenis sanca atau reticulatus phyton. Ia menangkap ular tersebut atau terkadang warga menangkapnya kemudian menyerahkannya pada arie untuk di keep dan di rescue, ular yang biasa muncul itu biasanya melintas jalan atau mencari tikus namun ketika masuk ke areal perumahan maka hal tersebut bisa menjadi bahaya baik bagi warga maupun bagi si ular tersebut, warga bisa tergigit atau si ular mati dipukul kayu oleh warga karena takut, disinilah arie me-rescue ular tersebut agar kedua belah pihak selamat.

Munculnya ular di areal perumahan dikarenakan habitat ular yang menjadi tergeser akibat pembangunan, yang dulunya kebun,sawah atau hutan kini banyak berubah menjadi pemukiman warga, disini populasi ular menjadi tak seimbang karena tempatnya menjadi hilang. Kegiatan arie memelihara ular didorong untuk menjaga konservasi alam, agar posisi satwa terselamatkan begitu juga warga.

Dirumahnya arie menjaga ular yang direscue tersebut di kandang khusus yang cukup aman, ia memelihara dan menjinakan ular-ular tersebut dengan cara emotional bounding yaitu dengan cara handling, feeding, dan keeping.

Ular diberi makan tikus,kodok dan anak ayam selama 1 minggu 1 sekali, sesuai ukuran dan nafsu makan ular tersebut, tak jarang jika ada ular yang sakit arie merawat ular tersebut sampai akhirnya sembuh, kemudian setelah proses karantina selesai dan ular menjadi jinak barulah arie melepasnya ke alam liar, dengan ketentuan alam liar tersebut ialah alam liar yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Lanjut arie menjelaskan ia bisa mengurus dan memelihara ular secara otodidak dikarenakan ia sedari masa anak-anak selalu suka dengan ular, kenapa otodidak karena di daerah kabupaten lebak belum ada komunitas pecinta ular sebagai wahana untuk belajar reptile, petshop dan dokter hewan pun masih jarang, jadi dengan modal keberanian dan rasa cinta kepada ular arie memulai hobynya ini, dan sekarang arie banyak melakukan kegiatannya guna menjaga kelestarian alam dan konservasi alam khususnya yang berkaitan dengan populasi ular.

“Yang saya lakukan hanya kegiatan kecil,ular yang saya tampung pun tak banyak karena ini sifatnya untuk rescue ular sementara waktu saja agar masyarakat bisa terhindar dari ular, saya berharap agar dilebak ini muncul komunitas pecinta reptile supaya menjadi wadah bagi para pecinta ular serta ajang edukasi bagi masyarakat tentang ular dan habitatnya agar kita semua semakin mengerti arti pentingnya kelestarian alam dan lingkungan sekitar,” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.