Bersama Berbagi Informasi

Aktivitas Para Penggiat Pariwisata di saat Pandemi Virus Corona

1 232

Bantenshare.com,Lebak—Merebaknya virus corona dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran untuk tetap Berada dirumah membuat perkembangan dunia pariwisata menjadi lesu.

Lesunya dunia pariwisata dikarenakan ada beberapa destinasi wisata yang ditutup sementara guna mendukung kebijakan PSBB serta untuk melindungi warga dari bahaya virus corona.

Pembatasan aktivitas sosial yang berimbas pada dunia pariwisata tak pelak membuat para penggiat pariwisata menjadi kehilangan pekerjaan, banyak diantara mereka mengalami kesulitan ekonomi saat pandemi virus ini melanda, namun beberapa penggiat pariwisata tetap bertahan melakukan aktivitasnya untuk mempertahankan perekonomian keluarga kendati bukan dari bidang pariwisata.

Yeni Mulyani, S.I Kom, selaku pengelola danau talanca beach dalam wawancaranya kepada bantenshare.com pada kamis (7/5) lalu, menyebutkan bahwa saat ini danau talanca sudah di nonaktifkan sementara hal itu ia lakukan guna mendukung program pemerintah terkait penanganan virus corona, jika ditanya berat, tentu berat. Yeni menjelaskan bahwa ditutupnya danau talanca membuat industri pariwisata didaerahnya menjadi lesu terlebih ada beberapa karyawan yang harus dirumahkan, namun semua dilakukan karena yeni terdorong oleh simpati kemanusiaan agar virus corona ini segera lenyap.

“Ini memang keputusan berat, tapi kami ikhlas dan semoga virus corona ini segera hilang dan kita semua bisa beraktivitas lagi seperti sedia kala” ujar yeni.

Wanita yang juga ketua pokdarwis kabupaten Lebak ini menjelaskan bahwa kendati pengunjung atau wisatawan sepi, yeni tak serta merta menyerah dengan keadaan tersebut, ia turut membangkitkan perekonomian daerah sekitar danau talanca dengan cara membantu petani puan dalam memasarkan dagangannya, begitupun dengan daerah pantai yeni bekerjasama dengan para nelayan untuk memasarkan komoditi dagangannya, para pengelola danau talanca kerap aktif memasarkan ikan secara online dan juga delivery order. Hal tersebut yeni lakukan karena jarak antara pantai dan danau talanca hanya berkisar 200 meter, kegiatan ini dinilai mampu membuat peputaran perekomian warga sekitar menjadi hidup.

Wanita yang juga penggiat pariwisata ini berharap agar virus corona segera hilang sehingga aktivitas warga kembali seperti biasanya, selain itu yeni berharap kepada pemerintah agar bisa memperhatikan para penggiat pariwisata supaya mereka bisa bertahan secara ekonomi disaat pandemi virus corona ini, ia berharap agar para penggiat pariwisata mendapatkan santunan atau modal supaya bisa bertahan secara ekonomi atau paling tidak bisa beralih profesi kebidang lain seperti berdagang,berwirausaha dan lain-lain.

Sama dengan yeni, penggiat pariwisata lainnya pun melakukan hal serupa, sebut saja Manik Pramanik SIP, pria pengelola pemandian air panas tirtabuana ini melakukan hal serupa, manik bewirausaha, berdagang dan lain-lain.

Selain itu manik menunjukan kepeduliannya kepada warga setempat, dalam beberapa hal ia aktif dalam kegiatan pencegahan virus corona, seperti melakukan edukasi, sosialisasi terkait bahaya virus corona, selain itu manik kerap melakukan aksi sosial seperti membagikan alat masker,hand sanitaizer dan sembako kepada warga.

“Saya sangat prihatin dengan adanya virus corona ini, terlebih cipanas ialah daerah yang berbatasan langsung dengan Bogor Jawa Barat dimana daerah itu merupakan potensi zona merah” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Manik berharap agar pemerintah khususnya Dinas Pariwisata supaya bisa memperhatikan para penggiat dan pelaku pariwisata, pasalnya disaat pandemi ini berjalan banyak para pelaku wisata kehilangan pekerjaannya yang kemudian berimbas hilangnya pemasukan, manik sangat berharap agar pemerintah bisa memberi perhatian kepada kondisi tersebut, karena sebelum pandemi sektor pariwisata merupakan sektor yang banyak memberikan PAD bagi daerah lebak, tak berlebihan kiranya jika disaat kondisi lesu akibat pandemi para penggiat pariwisata bisa lebih diperhatikan kesejahteraannya.

Sementara Haodudin selaku Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Lebak mengungkapkan rasa prihatin yang dalam atas berhentinya aktivitas kepariwisataan saat ini akibat pandemi virus corona, selain itu Haodudin merasa terharu dengan apa yang dilakukan para penggiat pariwisata di saat pandemi ini berlangsung.

“Saya sangat sedih dan terharu dengan keadaan para penggiat pariwisata, selain bertahan untuk menafkahi keluarga ditengah kesulitan, mereka pun banyak terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan” ujarnya.

Pria berkacamata ini mengajak kepada para penggiat pariwisata agar tetap sabar dan tegar dalam menjalani kondisi sekarang ini, ia menghimbau agar semua kesulitan ini tak dijadikan beban namun bisa menjadi penyemangat agar bisa melakukan hal-hal yang baik di masyarakat.

“Semoga virus corona ini segera hilang dan kita semua bisa bersilaturahmi kembali, bersama dalam mambangun dunia pariwisata” pungkasnya (Teguh setiawan)

1 Comment
  1. GINANDAR says

    Semoga pandemi Covid-19 segera lenyap dari muka bumi ini untuk selama-lamanya. Amien 🤲

Leave A Reply

Your email address will not be published.