Bersama Berbagi Informasi

Ajak Anak-Anak Belajar Mengenal Sejarah, Museum Multatuli Kembangkan Metode Fun Learning.

0 319

Bantenshare.com,Lebak–Upaya untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak agar tidak membosankan, selalu dilakukan oleh museum multatuli. Hal tersebut dilakukan agar para siswa atau anak-anak bisa menyerap pengetahuan sejarah secara mudah dan menyenangkan.

Ginandar selaku edukator Museum Multatuli dalam wawancaranya dengan bantenshare.com pada Minggu (31/5) lalu menjelaskan bahwa banyaknya pengunjung museum dari kalangan pelajar anak-anak khususnya anak sekolah dasar (SD) dan PAUD, membuat Museum Multatuli selalu berinovasi dalam melakukan penyampaian sejarah pasalnya pengunjung museum usia dewasa dan anak-anak tentu metode yang disampaikan dilakukan dengan cara berbeda.

“Untuk anak SD dan PAUD kami dari museum multatuli selalu menyampaikan sejarah dengan cara yang berbeda agar belajar sejarah ini jadi menyenangkan,” ujarnya.

Pria yang tersertifikasi secara resmi oleh kemendikbud bidang PCBM sebagai edukator museum ini menjelaskan bahwa jika anak-anak pengunjung Museum ialah anak-anak setingkat PAUD maka dirinya akan memakai metode fun learning (belajar menyenangkan) yaitu dengan cara mengajak anak-anak PAUD bernyanyi,melihat-lihat koleksi museum, dan menyusun puzzle salah satu tokoh penting di museum multatuli. Kesemua metode tersebut dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan, tujuannya adalah agar bisa mengembangkan afeksi dan psikomotorik. Sementara jika anak-anak setingkat sekolah dasar (SD) maka metode penyampaian dilakukan dengan cara metode colaborative learning, yaitu dengan cara membentuk kelompok belajar untuk memecahkan suatu masalah secara bersama-sama dengan materi seputar koleksi museum dan sejarahnya. Tujuan metode colaborative learning ini adalah untuk menumbuh kembangkan serta melatih kognisi dan psikomotorik.

Kesemua metode tersebut tentunya disesuaikan dengan modul pembelajaran dan kurikulum yang telah disepakati negara.

Pria yang telah mengikuti pelatihan edukator museum se-indonesia tahun 2019 ini menjelaskan bahwa metode tersebut dilakukan dengan cara-cara yang bervaritif dan diseuaikan dengan kondisi yang ada, untuk membuat situasi menjadi cair saat belajar sejarah di museum, ginandar secara teknis memakai pola ice breaking, simulasi dan bahkan melakukan dramatisasi dan gestur dalam menjelaskan sejarah yang ada dengan cara berperan menjadi tokoh tertentu. Dengan demikian sejarah akan menjadi pelajaran yang menarik bagi anak dan tidak membosankan.

Ginandar menambahkan bahwa setiap museum di indonesia selalu berperan aktif dalam menyajikan informasi seputar sejarah kepada masyarakat, disesuaikan dengan kapasitas umur yang ada, dan untuk anak-anak ia memakai metode tersebut diatas. Museum dalam kinerjanya memiliki team kerja yang saling bekerjasama sesuai dengan porsinya masing-masing, jenis pekerjaan yang ada di mesum terdiri dari;kepala museum, kepala tata usaha administrasi museum,kurator,edukator,konservator,penata pamer,humas,keamanan dan lain-lain.

“Belajar sejarah itu tidak membosankan, bahkan sejarah bisa dipelajari dengan santai dan menyenangkan, saya berharap agar para generasi muda khususnya anak-anak bisa terus mencintai sejarah agar tumbuh rasa kecintaan pada tanah air,” tandas ginandar.

Sementara Rian Fauzi selaku pengamat sosial budaya dari Banten Heritage mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh museum multatuli dalam semua kegiatannya.

“Untuk menyampaikan sejarah kepada anak-anak itu perlu metode yang berbeda, disini diperlukan kreativitas dan hal yang interaktif. Museum multatuli sudah sangat baik dalam menggunakan metode ini sehingga anak-anak menjadi antusias dalam menyerap pelajaran sejarah saat berkunjung ke museum, semoga kegiatan seperti ini tetap terus berjalan ” pungkasnya (Teguh setiawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.